risiko-resesi-di-depan-mata-ekonomi-global-semakin-suram

SmashNews - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional atau IMF mengatakan, prospek ekonomi global telah suram secara signifikan sejak April 2022. Dikarenakan itu, dia mengatakan bahwa tidak dapat mengesampingkan kemungkinan atau risiko resesi global di tahun depan.



IMF sendiri akan menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global 3,6% dalam beberapa pekan mendatang. Ini menandai penurunan proyeksi ekonomi ketiga kalinya oleh IMF di tahun 2022. IMF diperkirakan juga akan merilis perkiraan terbarunya untuk ekonomi global 2022 dan 2023 pada akhir Juli mendatang, setelah memangkas perkiraannya hampir satu poin persentase penuh pada bulan April.



"Prospek sejak pembaruan terakhir kami pada bulan April telah menjadi suram secara signifikan," ujar Georgieva dalam sebuah wawancara mengutip Antara.



Suramnya ekonomi dikarenakan inflasi yang meluas, kenaikan suku bunga yang lebih substansial, perlambatan ekonomi China, serta meningkatnya sanksi terkait perang Rusia-Ukraina.



"Risiko (resesi) telah meningkat sehingga kami tidak dapat mengesampingkannya," ujarnya.



Data Ekonomi Terbaru

Data ekonomi baru-baru ini juga menunjukkan beberapa negara berekonomi besar, termasuk China dan Rusia, telah mengalami kontraksi pada kuartal kedua, kata Georgieva.



"Ini akan menjadi tahun 2022 yang sulit, tetapi mungkin bahkan 2023 lebih sulit," imbuhnya.



"Risiko resesi meningkat pada 2023," ujar Georgieva.



Ketua The Fed Jerome Powell pada bulan lalu mengatakan bank sentral AS berkomitmen penuh untuk mengendalikan harga bahkan jika hal itu berisiko terhadap penurunan ekonomi.



Bukan hanya itu, Georgieva juga mengatakan pengetatan kondisi keuangan yang lebih lama akan memperumit prospek ekonomi global, tetapi sangat penting untuk mengendalikan lonjakan harga.

 




Sumber : Antara


Mungkin Anda Suka