ekonomi-krisis-sri-lanka-meminta-bantuan-kepada-rusia

SmashNews - Sri Lanka minta bantuan pada Rusia untuk menyediakan bahan bakar dan mendorong penerbangan wisata demi menyelamatkan negara tersebut dari krisis ekonomi.

Mengutip AFP, Rabu (6/7), Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa mengaku telah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk meminta pasokan bahan bakar dan memulai kembali penerbangan antara Moskow serta Kolombo.


"Kami dengan suara bulat sepakat bahwa memperkuat hubungan bilateral di sektor-sektor seperti pariwisata, perdagangan, dan budaya adalah yang terpenting dalam memperkuat persahabatan yang dimiliki kedua negara," ujar Rajapaksa.


Harap dimaklumi, mayoritas wisatawan yang datang ke Sri Lanka berasal dari Rusia. Akan tetapi, situasi tersebut terjadi sebelum Negeri Beruang Merah menyerang Ukraina beberapa bulan lalu.


Setelah Rusia menginvasi Ukraina, pengadilan Sri Lanka sempat menahan salah satu armada milik maskapai asal Rusia bernama Aeroflot.


Disisi lain, Sri Lanka juga telah membeli sekitar 90 ribu ton minyak mentah Siberia pada Mei 2022 lalu. Pembelian dilakukan lewat perantara di Dubai.


Sri Lanka diklaim bangkrut karena gagal membayar utang luar negeri (ULN) yang mencapai US$51 miliar atau Rp754,8 triliun (asumsi kurs Rp14.800 per dolar AS).


Kondisi ekonomi Sri Lanka semakin memburuk. Bahkan, pemerintah memutuskan untuk menutup sekolah dan menghentikan layanan pemerintahan untuk menghemat cadangan bahan bakar yang hampir habis.


Negara berpenduduk 22 juta orang tersebut mengalami krisis ekonomi terburuk setelah kehabisan devisa untuk membiayai impor sejumlah komoditas termasuk makanan, bahan bakar, serta obat-obatan.






Sumber : CNN Ekonomi

Mungkin Anda Suka