diduga-kuat-spbu-ketegan-main-mata-dengan-oknum-penimbun-bbm-bersubsidi

Sidoarjo - Lagi-lagi POM pengisian bahan bakar atau biasa dikenal SPBU yang semestinya menjual bahan bakar subsidi untuk rakyat, malah diduga dialihkan kepada oknum tertentu untuk mengeruk keuntungan pribadi.


Dari pantauan langsung awak media Smash News saat melakukan pengisian bahan bakar di SPBU 54.612.xx Ketegan, pemandangan dugaan adanya penyimpangan tampak terlihat dari masuknya kendaraan truk roda 6 bernopol W 975x NB,/W 963x YT, dengan di atasnya ditutup kain terpal coklat tua sedang mengisi BBM Solar subsidi yang dilakukan oleh petugas SPBU.



Terbilang cukup rapi permainan kotor para penimbun dan SPBU, modus operasi mereka sangat kreatif. Truk bernopol W 975x NB yang mengisi BBM tidak sesuai ukuran yang selayaknya dengan di stand meter pompa yang menunjukkan pembelian harga Rp, 900,000,- dengan jumlah 132,37 Liter. Setelah dipastikan oleh tim redaksi di lapangan bahwa ukuran tabung bulk per bulknya berkapasitas 1 ton, dan di dalam bak truk terdapat 4 bulk ukuran yang sama yang berada di atas bak truck W 978x NB yang diisi BBM, kemudian dialirkan lagi ke tabung bak yang ada di atas truk, dengan menggunakan pompa yang memakai tombol saklar On-Off di dekat setir kemudi truk tersebut.



Hal ini dibenarkan oleh SBR (inisial, red), salah satu sopir truk. Dalam keterangannya, dirinya hanya disuruh oleh seseorang yang bernama Roni dan hanya bekerja sebagai sopir truk.


"Saya cuma disuruh oleh seseorang yang bernama Roni dan hanya bekerja sebagai sopir truk sejak tanggal 4 Januari 2023, terkait pengisian BBM isi penuh tandon bulk yang ada di bak menempel di atas truk kurang lebih jumlahnya 4 ton, dan pengambilan BBM untuk hari ini 2 kali. Sebelumnya sore hari sudah ambil, tapi belum selesai dan dilanjut malam ini." Terang SBR.


Mengacu kepada peraturan yang berlaku, semestinya baik pihak SPBU dan pelaku atau jasa angkut memahami. Bahwasanya pengisian bahan bakar subsidi sudah diatur dalam UU dan terdapat sanksi berat bagi pelanggar yang menyalahgunakan bahan bakar bersubsidi, berikut penjelasannya :


Pembatasan pembelian BBM jenis solar subsidi yang sebenarnya diperbolehkan asal sesuai aturan yang berlaku, guna untuk kebutuhan pertanian, perikanan dan kepentingan sosial lainnya. Serta dalam melakukan pembelian diperlukan rekomendasi dari dinas yang terkait, juga telah sesuai dengan Surat Edaran Menteri ESDM No. 13/2017 mengenai Ketentuan Penyaluran Bahan Bakar Minyak melalui Penyalur.


Setiap orang yang melakukan penyimpanan BBM tanpa memiliki Izin Usaha Penyimpanan dapat dikenakan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 53 huruf c UU Migas :


Setiap orang yang melakukan penyimpanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Penyimpanan dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling tinggi Rp30.000.000.000,00 (tiga puluh miliar rupiah).


Setiap orang yang melakukan pengangkutan tanpa Izin Usaha Pengangkutan, dapat dikenakan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 53 huruf b UU Migas:


Setiap orang yang melakukan Pengangkutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Pengangkutan dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling tinggi Rp 40.000.000.000,00 (empat puluh miliar rupiah)


Berdasarkan pernyataan tersebut, ada pihak yang mengangkut BBM bersubsidi tidak sesuai dengantujuannya. Perbuatan tersebut dapat diartikan sebagai penyalahgunaan pengangkutan BBM yang diatur dalam Pasal 55 UU Migas, "setiap orang yang menyalahgunakan Pengangkutan dan atau Niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi Pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah)."


Dalam ketentuan ini, yang dimaksudkan dengan menyalahgunakan adalah kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan perorangan atau badan usaha dengan cara yang merugikan kepentingan masyarakat banyak dan kepentingan negara. Seperti kegiatan pengoplosan BBM, penyimpangan alokasi BBM, pengangkutan atau dijual kembali.


(Aris/Yosi)

Mungkin Anda Suka