baca-surah-an-nas-sebelum-tidur-supaya-terjaga-dari-godaan-setan

SmashNews - Surah An Nas merupakan surat terakhir dalam mushaf Al-Qur'an. Surah ini dapat dibaca untuk memohon perlindungan Allah SWT. Surah An Nas diturunkan di Mekkah sehingga tergolong surah Makkiyah. Nama An-Nas diambil dari ayat pertama surah ini yang artinya manusia.

Menurut Basharat Ahmad dan Maulana Muhammad Ali dalam Anwarul Qur'an: 114 An Nas, nama surah penutup Al-Qur'an ini mengisyaratkan kenyataan bahwa Al-Qur'an diturunkan untuk menyempurnakan umat manusia.

Surah An Nas menerangkan bahwa Allah adalah Rabb-nya manusia (Yang memelihara hingga sempurna), Raja-nya manusia (Yang mengendalikan perkaranya), Ilah-nya manusia (Yang menguasai hatinya).

Dijelaskan dalam buku Kedahsyatan Membaca Al-Qur'an karya Amirullah Syarbini dan Sumantri Jamhari, peletakan An Nas di urutan terakhir dalam mushaf Al-Qur'an menggunakan sistematika ilmiah. Di mana, surah Al Fatihah menggambarkan inti keseluruhan kandungan Al-Qur'an, sedangkan surah An Nas menggambarkan kesimpulan dari semua isi kandungan Al-Qur'an.

Bacaan Surah An Nas Arab dan Latin

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ - ١

qul a'ụżu birabbin-nās

1. Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,

مَلِكِ النَّاسِۙ - ٢

malikin-nās

2. Raja manusia,

اِلٰهِ النَّاسِۙ - ٣

ilāhin-nās

3. sembahan manusia,

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ - ٤

min syarril-waswāsil-khannās

4. dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ - ٥

allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās

5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ - ٦

minal-jinnati wan-nās

6. dari (golongan) jin dan manusia.

Isi Kandungan Surat An Nas

Menurut Tafsir Kementerian Agama RI, surah An Nas ayat 1-6 mengandung perintah Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW termasuk umatnya agar memohon perlindungan kepada Tuhan yang menciptakan, menjaga, menumbuhkan, mengembangkan, dan menjaga kelangsungan hidup manusia dengan nikmat dan kasih sayang-Nya serta memberi peringatan kepada mereka dengan ancaman-ancaman-Nya.

Allah SWT juga menjelaskan bahwa Tuhan (Raja manusia) memiliki dan mengatur semua syariat dan hukum-hukum agama. Barang siapa yang mematuhinya akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Dalam ayat 4, Allah SWT memerintahkan manusia agar manusia berlindung kepada Allah SWT dari kejahatan bisikan setan yang senantiasa bersembunyi di dalam hati manusia. Gangguan tersebut bisa saja datang dari jin atau manusia, sebagaimana dijelaskan dalam ayat lain, Allah SWT berfirman:

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيٰطِيْنَ الْاِنْسِ وَالْجِنِّ

"Dan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin," (QS Al An'am: 112).

Imam Bukhari dalam kitab shahihnya meriwayatkan dari Aisyah RA, bahwa Nabi SAW ketika berada di tempat tidurnya setiap malam, beliau menyatukan kedua telapak tangannya, lalu keduanya ditiup dengan lembut kemudian membacakan pada keduanya 'Qul huwallahu ahad' (surah Al Ikhlas), 'Qul a'udzu bi Rabbil-falaq' (surah Al Falaq), dan 'Qul a'udzu bi Rabbin-nas' (surah An Nas).

Kemudian, beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukannya sebanyak tiga kali.

Surah An Nas dan surah Al Falaq biasa disebut Al-Mu'awwidzatain atau dua surah yang berisi permohonan perlindungan dari segala kejahatan.

Sumber : Detik.Edu

Mungkin Anda Suka